Tips Mendaki Gunung Untuk Pemula

Tips Mendaki Gunung Untuk Pemula. Alam Indonesia ini indah, mereka di sekitar kita.Keindahan itu berasal dari dalam hati, yang bisa mengapresiasi segala bentuk di sekitar kita. Keindahan merupakan cara Sang Pencipta berbisik pada kita, dan mensyukuri keindahan, adalah cara kita berteriak padaNya. Kadang dengan kesibukan yang ada, kita tidak melihat bentuk keindahan itu, hati kita terlalu penat, terlalu terbeban dengan segala aktivitas. Biasanya, kita merasa bahwa keindahan itu ada di sana, suatu tempat yang jauh dari keramaian, jauh dari diri kita bahkan. Wisata alam, ketinggian gunung, menyusuri sungai, pantai, kedalaman laut, dsb, membuat kita sekali lagi mensyukuri semua berkat Sang Pencipta, dengan berbagai cara.

Ada saat untuk pertama kali untuk sesuatu.Itu yang temanku katakan saat keraguan muncul untuk melakukan hal-hal yang di luar rutinitas. Naik gunung tentu bukan hal rutinitas, menyenangkan atau tidak, apa yang akan ditemukan di atas gunung menjadi pertanyaan, bagi mereka yang belum atau tidak menyukai aktivitas ini. Apa sih yang akan ditemukan di gunung? Capek, dekil, kedinginan, nyusahin diri sendiri, itu kira-kira komentar mereka yang belum merasakan nikmatnya mendaki gunung. Wow, nikmat? Sebentar-sebentar… jangan sampai menganggap naik gunung itu seperti jalan-jalan di mall, atau di taman. Gunung, seperti halnya keindahan alam lainnya, mengandung BAHAYA. Bahaya terbesarnya adalah kematian.

Menikmati keindahan alam seperti makan ikan mas pindang goreng balado, hmm..bumbu manis, pedas, kriuk, dimakan dengan nasi putih hangat, dan teh tawar yang harum. Saat menikmati hidangan itu, begitu terbuainya, begitu nikmatnya.Sayangnya kenapa ikan mas, bukan ikan gurame atau ikan bawal yang durinya tidak mengganggu saat kita makan.Justru itulah, saat kita menikmati, kita tetap waspada pada duri si ikan mas, kita tidak ingin si duri itu menusuk kerongkongan.Demikian pula saat kita menikmati keindahan alam, tetap waspada, tetap siaga, terutama tetap RESPECT pada alam.

Setiap wisata alam, tidak ada satu yang lebih mudah dari wisata alam lainnya.Setiap tempat memiliki keunikan sendiri, memiliki keinginan Nya sendiri. Dengan menghormati alam, kita pun akan dilindungi oleh Nya. Bagi mereka yang tidak, alam punya hukum Nya sendiri.Itulah sebabnya di setiap tempat wisata alam, kita sering mendengar larangan dan tabu dari mitos masyarakat sekitar.Bagi masyarakat sekitar, tempat wisata alam yang kita kunjungi adalah tempat yang sakral, tempat mereka mendekatkan diri pada Sang Pencipta.Jadi tetaplah menjaga bicara dan tingkah laku. Koq jadi serem yah, naik gunung dan berwisata alam, jadi nggak lagi bebas berekspresi, malah ditakut-takutin ini dan itu. Tenang, sahabatku, temanku, rahasia mendaki gunung dan wisata alam lainnya, hakekatnya adalah perjalanan batin yang diwujudkan dalam tingkah laku. Setiap kita selesai satu perjalanan wisata alam, satu bentukan batin yang lebih kuat, lebih dewasa, lebih bijaksana, akan muncul. Itulah yang membuat naik gunung itu menjadi hal yang luar biasa terutama bagi saya sendiri.

Tips Mendaki Gunung Untuk Pemula

Penulis di puncak Gunung Rinjani

Tips Mendaki Gunung Untuk Pemula

Tips Mendaki Gunung Untuk Pemula : Barang Yang Biasa Dibawa Pendaki Pemula

Barang-barang yang biasa dibawa pendaki senior atau profesional tentu berbeda dengan pendaki pemula. Para pendaki senior, yang sudah merasakan bagaimana hidup matinya ketika mendaki gunung, akan memilih barang-barang yang hi-tech dan hi-end.  Mereka rela membayar lebih untuk teknologi terbaru yang mereka butuhkan untuk bertahan hidup.Bagi yang baru mulai mendaki gunung, membayar mahal untuk teknologi canggih, biasanya berpikir-pikir dulu, investasi yang mahal untuk membeli keamanan dan kenyamanan memang. Saya coba berikan beberapa daftar yang minimalis untuk mendaki gunung yang di bawah 3.000 mdpl (meter di atas permukaan laut).

 No. Deskripsi Jumlah Berat Keterangan
Bawaan Pribadi
1 Kupluk /Topi 1 Idealnya;Topi, untuk mencegah silau, menghalangi tetesan air hujan ke muka secara langsung.Kupluk; Menutupi telinga (hidung dan mulut) dari udara dingin
2 Bandana/syal 1 Untuk menutupi hidung dan mulut dari dingin dan debu; menutupi leher dan pundak dari terbakar cahaya matahari atau juga dingin.
3 Kacamata anti debu 1 (optional) jika mendaki gunung vulkanik, kadang debu turun di waktu tertentu, debu bisa mengganggu pandangan, meski tidak harus, memakai kacamata ini bisa membantu.
4 Masker anti debu 1 (optional) jika mendaki gunung vulkanik, kadang debu bisa mengganggu pernapasan, meski tidak harus, masker anti debu ini bisa membantu.
5 Sarung Tangan 1 Sarung tangan ini bermanfaat untuk menahan rasa dingin saat pagi hari. Bisa juga membawa sarung tangan cadangan untuk tidur.
6 Jaket anti air dan angin 1 Jaket ini untuk menahan terpaan embun dan angin saat mendaki terutama saat summit attack (berangkat subuh supaya bisa tiba di puncak saat matahari terbit)
7 Inner layer polar atau sweater 1 Bagian dalam jaket/sweater ini menahan terpaan dingin angin bersentuhan dengan tubuh secara langsung.
*memilih jaket dan inner layer polar ini, perlu mempertimbangkan berat jaket dan lapisan dalam secara keseluruhan.
8 Ponco/rain coat 1 Jaket biasa bisa untuk menahan embun dan hujan ringan, tapi untuk hujan deras, sebaiknya berponco atau jas hujan. Jadi jaket bisa dijaga untuk tetap kering. Bisa juga menggunakan jas hujan dari plastik sekali pakai, bawa cadangan.
9 Baju dan celana 1 Baju dan celana luar cukup satu pasang untuk sepanjang perjalanan. Pilih bahan yang hangat untuk baju, dan bahan cepat kering untuk celana.
*memilih baju dan celana ini, perlu mempertimbangkan berat baju dan celana secara keseluruhan.
10 Pakaian dalam (?) Pertimbangkan baik-baik jumlah pakaian dalam yang akan dibawa. Jangan memberatkan beban, jangan juga menggangu kenyamanan saat melakukan pendakian maupun istirahat
11 Baju dan Celana tidur 1 Wow, mewahnya ada baju dan celana tidur. Ini bukan piyama tentu saja. Tidur dan cuaca dingin dimalam hari, adalah tantangan tak terpisahkan dari pendakian gunung. Hipotermia perenggut nyawa terbanyak, dibandingkan kecelakaan. Jadi saat istirahat malam pertimbangkan baju dan celana yang nyaman dan membuat hangat. Supaya perjalan berikutnya badan lebih segar. Biasanya jenis pakaian yang ketat memberikan rasa nyaman dan hangat.
12 Kaos Kaki 1 Kaos kaki ini bukan untuk dipakai dalam perjalanan, tetapi dipakai untuk tidur. Dingin dari kaki sungguh tidak nyaman. Jadi kenakan kaos kaki saat tidur.
13 Alas kaki (+ kaos kaki) 1 Alas kaki ini bisa macam-macam jenisnya:Sandal sepatu (co.Crxcs): bahan ringan, menutup sebagian besar kaki, tanpa pelindung mata kaki, hati-hati licin.Sandal gunung: bahan ringan, tidak melindungi kaki, tanpa pelindung mata kaki, biasanya grip anti licin.Sepatu sport: bahan tidak terlalu ringan, desain jalanan perkotaan menjadi tantangan kekuatan jahitan dan lem sepatu ini, melindungi seluruh kaki, tanpa pelindung mata kaki, grip anti licin.Sepatu gunung: bahan berat, desain kuat, melindungi seluruh kaki dan mata kaki, grip tebal dan keras terkadang membuat licin.
14 Gaiters 1 (optional) mendaki saat hujan, akan mengotori sepatu maupun celana, lumpur dan binatang rawa sangat mengganggu. Dengan gaiter yang terpasang di sepatu sampai lutut, membantu melindungi sepatu dan celana saat berbecek-becek, maupun debu dan kerikil saat mendaki mendekati puncak
15 pole stick / tongkat 1-2 (optional) tongkat saat berjalan bisa sangat membantu, saat berjalan, mengurangi tumpuan beban pada kaki.
16 Supporter (?) (optional) sendi mata kaki atau lutut, akan mengalami pertambahan beban saat menuruni gunung. Dengan menggunakan supporter, dapat mengurangi beban lutut maupun mata kaki. Biasanya saat naik belum merasa perlu dipergunakan, selain karena dirasa mengganggu saat menekuk lutut untuk menaiki batu batu tinggi.
17 Sleeping Bag 1 Ah, saat tidur, nyaman dan hangat itu penting, pakailah sleeping bag yang memadai, jangan sekedar sleeping bag yang tipis.
18 Matras 1 Kondensasi atau pengembunan karena perbedaan suhu badan kita yang hangat dan suhu gunung, bisa membuat sleeping bag kita basah. Pergunakan matras sebagai isolator antara tanah tempat kita berbaring dan sleeping bag. Selain itu juga matras berguna melindungi punggung dari bebatuan atau akar pohon saat tidur.
19 Backpack/Carrier (+bagcover) 1 Tergantung beban dan kekuatan pilihlah mana yang sesuai untuk dibawa. Jangan memaksakan diri, tapi jangan lupa juga berbagai beban dengan teman-teman seperjalanan.
20 Senter/headlamp(+batere) 1 Senter dengan lampu pijar ini berguna untuk menembus kabut, namun lampu jenis ini tidak hemat batere.Senter dengan lampu led, cenderung lebih terang dan hemat batere, cahaya dari Led akan terpantul pada kabut.Senter genggam atau headlamp tergantung kebiasaan, lengan yg bebas bergerak atau terbiasa menggenggam senter.Biasanya ada senter cadangan, dan tentu batere cadangan.
*Batere akan cepat habis daya nya pada cuaca dingin, jadi tempatkan batere cadangan dekat dengan tubuh agar suhu batere terjaga di suhu optimalnya.
21 Peralatan dan obat 1 (Peralatan – optional)biasanya pisau lipat kecil sudah cukup. Bisa untuk memotong tali, plastik, dahan kayu, bisa untuk menggali tanah, sampai membuka kaleng.(obat – wajib)Obat-obatan ini yang sifatnya preventif, karena tidak mungkin mencari apotek di atas gunung, obat menjadi barang yang penting.Biasanya obat sakit perut, sakit kepala, demam, maag, antibiotik,plester,perban, obat gosok (non-menthol, karena setelah efek mentholnya hilang akan berbalik dingin), arang aktif (norit), dan obat-obatan pribadi. Bawa juga tissue kering dan tissue basah.
22 Makanan, minuman, dan botol minum 1 Makanan dan minuman ini sifatnya pribadi,Jangan membawa makanan asin atau pedas untuk camilan perjalanan. Karena garam dan pedas bersifat Dehydrate, artinya menyerap cairan. Bukannya menjadi tambah segar, makanan jenis ini akan membuat semakin haus dan tubuh kekurangan cairan.Makan camilan perjalanan, biasanya berkadar kalori tinggi atau protein tinggi. Bukan juga makanan bergula tinggi, karena gula juga bikin haus. Biasanya sih makanan cemilannya adalah kismis kering atau protein bar (sekarang banyak tersedia di toko)Saya sendiri memilih membuat jelly lalu ditempatkan di tempat minum yang bisa dilipat/digulung. Jelly dengan serat bisa menahan lapar, dan haus, membantu melembabkan tenggorokan juga. Hanya saja beban sedikit lebih berat.Bawa minuman di tempat minum yang tidak terlalu besar, jangan langsung dari tempat minum yang besar, karena tidak praktis saat mengambilnya. Mempergunakan tempat minum jenis camelback sangat menyamankan, tinggal sedot saat haus.
23 Kantong Plastik (?) Kantong plastik ini untuk menampung sampah pribadi, yang nantinya dikumpulkan untuk di buang di base camp pertama. Kantong plastik ini juga berguna untuk memisahkan barang bawaan bersih dan kotor.
24 Kamera(+ Tripod) 1 (optional) Mengabadikan momen dan keindahan tidak ada yang lebih baik daripada dalam kenangan dan ingatan pribadi. Namun ada kalanya ingin dibagikan pada teman yang lain, tidak ada salahnya membawa kamera, video kamera, tripod, namun jangan sampai merepotkan karena bertambah beban yang dibawa.
Bawaan Kelompok
1 Tenda (?) Pertimbangkan jumlah peserta untuk membawa berapa banyak tenda.Pertimbangkan cuaca untuk menentukan kualitas tenda.
2 Kompor (?) Pertimbangkan jumlah kompor yang dibawa, sesuai peserta. Pergunakan kompor gas, karena relativ lebih ringan daripada parafin padat.
3 Peralatan masak dan  makan (?) Pertimbangkan jumlah peralatan masak yang dibawa dengan jumlah peserta. Biasanya beban peralatan masak ini cukup berat. Panci, wajan, pisau, peralatan makan, dsb.
4 Perbekalan (?) Sebagian besar beban adalah beban perbekalan. Makanan dan minuman cadangan harus dipersiapkan dengan baik. Terlalu berat akan menghambat proses pendakian, terlalu memudahkan perbekalan akan menyusahkan semua anggota kelompok.
5 Kantung Sampah ukuran besar (?) Kantung sampah ini menjadi barang yang serbaguna. Dari namanya terkesan untuk menampung sampah kelompok. Lebih dari itu, kantung sampah, bisa berfungsi sebagai alas tempat duduk saat berkumpul makan atau sebelum istirahat. Bisa menjadi pelindung tambahan tenda jika cuaca hujan terlalu besar atau angin terlalu kencang. Bisa jadi jas ujan jika diperlukan, dan terakhir menjadi apa yang semestinya dia lakukan, yaitu menjadi tempat sampah kelompok.

Tips Mendaki Gunung Untuk Pemula : Persiapan Fisik, Mental, dan Spiritual

Mendaki gunung bukan berjalan-jalan santai di taman bunga atau kebun raya atau hutan wisata. Mendaki gunung butuh persiapan fisik, mempersiapkan otot-otot agar dapat bekerja dengan beban maksimal, mempersiapkan agar otot dapat menyerap oksigen dengan cepat, melatih jantung dan paru-paru agar siap melakukan aktivitas yang berat.Oksigen yang tipis menyebabkan kelelahan yang cepat pada tubuh, dan otot.

Persiapan mental, dilakukan dengan menyadari kemungkinan emosi negatif yang muncul saat melakukan pendakian, sadari bahwa itu adalah emosi sesaat dan semu. Saat perjalanan menjadi berat, dengan beban semakin berat, tenaga tubuh fisik terkuras habis, emosi akan memunculkan dirinya. Kesalahpahaman karena hal kecil bisa menjadi pemicu emosi. Setiap orang akan tampak begitu egois dan mementingkan diri sendiri, dan itu bisa jadi sangat menjengkelkan. Mulailah tanamkan pikiran positif dan menyenangkan dari sebelum pendakian, hentikan kebiasaan mengeluh, mulailah jadi orang yang ceria. Pada saatnya nanti keceriaan akan menjadi lokomotif pendorong buat diri sendiri maupun teman seperjalanan.

Pendakian bagi saya merupakan perjalanan batin. Mengolah batin, mengetahui kekuatan diri sendiri, dan mensyukuri semua berkat dan anugerah yang Sang Pencipta sudah berikan.Penting untuk berdamai dengan diri sendiri, orang tua, orang yang dikasihi dan teman sebelum berangkat.Setidaknya jalan untuk dilalui lebih lapang, dibandingkan dengan berjalan dengan membawa amarah dan kesedihan.

Tips Mendaki Gunung Untuk Pemula

penulis memotret dari puncak Gunung Kinabalu

Tips Mendaki Gunung Untuk Pemula : Penutup

Wisata alam, adalah cara manusia untuk menjadi manusia yang mampu re-kreasi, yang bisa mencipta kembali, sebagai wakil Sang Pencipta di dunia ini. Menjadi manusia yang saat kembali dari perjalanannya, menciptakan keharmonisan, menciptakan dunia yang lebih baik bagi dirinya maupun sesamanya. Dikisahkan dalam mitologi pewayangan, saat para pandawa dimasa tuanya, setelah menyelesaikan tugas-tugas fananya, berperang, berpoiltik, berkonflik, melakukan pekerjaan kotor, mereka melakukan perjalanan batin. Perjalanan panjang mendaki gunung Mahameru, melewati perjalanan panjang batiniah, untuk menemukan jati dirinya, menemukan nilai-nilai batinnya yang selama ini tertutupi kesibukan duniawi, dan akhirnya mencapai kesucian batin Sang Pencipta. Bagi kita pencapaian kesucian batin bukan tujuan akhir, karena hal itu tidak akan membawa manfaat bagi kemanusiaan. Tujuan kita adalah membawa kesucian batin tersebut kembali kepada masyarakat, membawa perubahan pada masyarakat.

Uhm… jauh banget ya teman-teman, dari naik gunung pemula, sampai pencerahan batin. Namun demikian, dalam pandangan saya, bahwa hidup ini tidak lebih dari seorang penziarah, berziarah di Taman Bunga Sang Khalik.

Selamat berwisata, selamat menemukan, selamat dan sehatlah selalu. Semoga catatan ini bermanfaat.

Ditulis oleh Tanya Yajamahe

Tips Mendaki Gunung Untuk Pemula


ARTIKEL REVIEW

Anda mengelola tempat usaha (hotel, resto, spa, kafe, butik, salon, distro, dll) di Kota Bandung dan ingin ditemukan di halaman pertama search engine seperti Google? Mengapa tidak diiklankan saja di web ini? Kami akan menayangkan iklan anda (dalam bentuk artikel review) !

Klik disini untuk informasi selengkapnya

Paket Liburan Wisata Murah Derawan

Kategori Artikel